Marhaban Ya Ramadhan, begitulah yang bisa terucap kala memasuki bulan suci Ramadhan. Bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam untuk meningkatkan kesadaran secara vertikal dan horizontal, dan bulan kontemplasi untuk sebuah hidup yang berkualitas. Namun, bagi kebanyakan masyarakat, Ramadhan justru disikapi dengan cara hidup konsumerisme dan hedonisme. Betapa tidak, di bulan Ramadhan ini, masyarakat kebanyakan justru menghambur memenuhi pusat-pusat perbelanjaan untuk berburu kebutuhan perut, tidak tanggung-tanggung mungkin, jika di bulan selain Ramadhan, mereka hanya membelanjakan uangnya sekian ribu, maka di bulan Ramadhan ini bisa berkali-kali lipat. Seperti ajang balas dendam setelah seharian perut kosong. Lantas bagaimana dengan kesederhanaan dan kesahajaan yang diajarkan oleh sekolah yang bernama Ramadhan ini? Rasa-rasanya inilah budaya modern umat manusia, budaya konsumerisme dan hedonisme yang ent...
"dok, saya penyayang hewan lho", sebuah pernyataan yang dengan spontan terlontar dari seorang wanita pemilik kucing di dalam sebuah klinik hewan di pinggiran Jakarta. "Selain si Kitty, punya apa lagi mbak di rumah?". "Kucing saya di rumah ada delapan ekor dok, ada empat anjing, ehmmm, saya juga pelihara elang dan harimau". "O ya, itu di rumah semua ya mbak?". "Yang harimau sudah gak lagi dok soalnya ketahuan petugas, disita deh akhirnya". "ooo, gitu ya". "Iya dok, kalo ada gajah atau badak, pengen dipelihara juga". Itulah sebuah percakapan basa-basi dari seorang pemilik hewan kaya raya yang terekam, dimana dalam pernyataannya tersebut, si wanita tersebut entah ingin menunjukkan betapa besar rasa sayangnya kepada hewan ataukah sebuah pernyataan yang ingin memamerkan betapa tinggi kedudukan sosialnya di masyarakat kala memelihara satwa liar yang notabene masuk kriteria dilindungi baik oleh peraturan Indonesia maupun d...
Ada yang bilang, negara ini kekurangan stok negarawan. Mungkin ada benarnya, dan mungkin juga tidak begitu, hanya belum dipertemukan saja. Lantas apakah begitu berwarna-warninya partai-partai politik dan banyaknya sosok-sosok di gedung DPR-MPR belum cukup dikatakan sebagai stok negarawan di Indonesia?, mungkin, tetapi sepertinya mereka bukan tipikal negarawan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang dimaksud negarawan adalah ahli dalam menjalankan negara (pemerintahan) dan pemimpin politik yang secara taat asas menyusun kebijakan negara dengan suatu pandangan ke depan atau mengelola masalah negara dengan kebijaksanaan dan kewibawaan, bisa dikatakan bahwa beliau merupakan pahlawan besar dan agung. Lantas siapakah mereka yang ada di parlemen dan pemerintahan?, entahlah. Gampangnya, jika mereka yang ada di parlemen dan pemerintahan tidak mempunyai ciri negarawan seperti yang ada ...
Komentar
Posting Komentar